Minggu, 13 April 2014

Tugas 1 - Perekonomian Indonesia



·         Pengertian Investasi
Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial. Contoh investasi adalah pembelian berupa asset financial seperti obligasi, saham , asuransi. Dapat juga pembelian berupa barang seperti mobil atau property seperti rumah atau tanah.
·         Terdapat beberapa faktor faktor yang mempengaruhi investasi yaitu :
1. Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

2. Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

3. Stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.

4. Pengaruh Nilai tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi.
Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

5. Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

·         Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Pada awalnya investasi melalui penanaman modal dalam negeri di Indonesia telah diatur di dalam Undang-Undang No. 6 tahun 1968, dengan memberi persetujuan kepada berbagai macam proyek yang tersebar di berbagai sektor di wilayah Indonesia. Dari pelita ke pelita berikutnya, komposisi penanaman modal dalam negeri telah mengalami pergeseran prioritas. Jika pada pelita I dan II, industri kecil masih mendominasi, maka pada pelita-pelita berikutnya investasi dari penanaman modal ini mulai diarahkan pada usaha untuk :
  1. Memperkokoh struktur industri dalam negeri secara umum, dengan memprioritaskan industri yang mampu mengolah bahan baku, modal, serta penunjang.
  2. Prioritas juga ditujukan kepada industri agar mampu menciptakan mesin-mesin produksi sendiri
  3. diarahkan pada proses penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya
  4. Dapat menyebar ke luar wilayah pulau Jawa, agar pembangunan dapat lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Manfaat pasar modal bagi perekonomian Indonesia sebenarnya sangat besar. Pasar modal merupakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha/perusahaan yang memungkinkan alokasi modal secara optimal. Dibandingan perbankan, pasar modal merupakan tempat memperoleh tambahan modal yang relatif murah bagi perusahaan.



http://beritainvestasi.wordpress.com/arti-investasi/ 
http://nindiaryanie.blogspot.com/2012/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html http://indahpertiwi2.wordpress.com/2013/06/09/invesasi-dan-penanaman-modal/


Rabu, 29 Januari 2014

Marmut Merah Jambu, 'Raditya Dika'

  Raditya Dika banyak dikenal lewat novelnya dan juga aksinya sebagai comic Indonesia. Tapi beberapa tahun terakhir, pria berkacamata ini makin memantapkan langkahnya di perfilman tanah air. Beberapa filmnya di antaranya, KAMBING JANTAN, CINTA BRONTOSAURUS, dan MANUSIA SETENGAH SALMON sukses secara komersil.

Setelah MANUSIA SETENGAH SALMON rilis tahun 2013, Raditya Dika siap merilis filmnya yang lain MARMUT MERAH JAMBU. Hampir sama seperti film adaptasi novel lainnya, MARMUT MERAH JAMBU juga mengedepankan kisah cinta sebagai tema utama.
berikut beberapa kalimat yang ada didalam novel marmut merah jambu:
Marmut Merah Jambu Quotes



Marmut Merah Jambu Quotes (showing 1-4 of 4)
“Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?”
Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
tags: 
“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.

Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
“Bagaimana semesta bisa berkonspirasi hingga dua orang bisa actually ketemu memang mendekati keajaiban.”
Raditya Dika, Marmut Merah Jambu
“Lebih jauh lagi, gue gak percaya pada kebetulan, gue percaya pada pertemuan yang dirancang diam-diam. Masing-masing dari kita punya garis kehidupan yang telah digambarkan. Dan masing-masing dari kita, kalau diizinkan, akan saling bersinggungan.”
Raditya Dika, Marmut Merah Jambu

 http://www.goodreads.com/work/quotes/13116955-marmut-merah-jambu

Cara Menghadapi Usaha yang Sedang Surut

Menjalani sebuah usaha tentu selalu ada resiko. Apapun usaha yang kita lakukan kita tidak bisa mengelak dari resiko tersebut. Besar kecilnya sebuah resiko tergantung juga dari usaha apa yang kita lakukan. Tidak ada kata yang pas selain bersabar dan terus fokus pada usaha yang sudah kita jalani. Sambil terus berbenah dan belajar mencari cara apa yang paling tepat untuk dilakukan dalam masalah pelik.
Namun bersabar saja tidaklah cukup, karena memang ada sebuah target pendapatan yang harus kita terima setiap hari. Biaya hidup yang semakin besar, hutang barang dagangan dengan bos. Kontrak toko, tagihan listrik, air dan segalamacamnya, gaji karyawan bahkan setoran bank tiap bulan yang tidak boleh menunggak. Itu adalah pengeluaran rutin yang mau tidak mau harus dibayarkan.

Pertama, alasan mengapa sepi pengunjung mungkin perlu kita ketahui. Jika usaha kita ada dalam sebuah pasar atau mall yang pasti ramai pengunjungnya dan ternyata dagangan kita sepi, mungkin kita perlu cek kembali apakah kita menjual lebih mahal dari tetangga sebelah. Kebiasaan konsumen akan selalu mencari barang yang menurut mereka bagus dengan harga murah. Beda harga seribu rupiah saja bisa menjadi soal.
Namun jika usaha kita terletak di tempat yang orang akan datang dengan sengaja untuk berbelanja, maka sepi adalah wajar, siasati hal ini dengan meletakkan barang dengan kualitas bagus, harga terjangkau dan promosi yang lancar. Tidak bisa dipungkiri iklan mampu mendongkrak penjualan. Jika memang diperlukan pasanglah iklan.

Kedua, memanfaatkan ponsel sebagai salah satu cara menarik pelanggan. Caranya catat nomor telpon pelanggan yang anda yakin suka belanja, setiap ada barang baru di toko maka kita cukup sms mereka dengan sangat sopan dan menarik. Hingga tidak perlu menunggu waktu lama, mereka akan berdatangan ke toko untuk berbelanja.

Ketiga, dimana-mana kita melihat keluhan para penjual sama. Sepi pelanggan, bahkan bos besar saja masih mengeluh dengan kondisi seperti sekarang. Barangkali perekonomian yang sulit, hingga orang-orang akan sangat selektif untuk membeli. Barang-barang yang dirasa belum perlu akan ditunda dulu pembeliannya. Dengan keadaan seperti itu menunggu di toko saja tentu akan merugikan.

Keempat, usahakan barang-barang dagangan kita selalu ada yang baru. Selain untuk penarik pembeli, kita yang berada di toko juga tidak bosan dengan suasana yang itu-itu saja. Karena kebosanan kita akan menjadikan kita malas dan kurang bersemangat dalam menjual, efeknya tentu sangat tidak baik bagi usaha kita.

Kelima, fokus dan selalu membangun harapan setiap hari. Orang Padang selalu bilang rezeki pengusaha itu seperti rezeki harimau. Tanamkan dalam diri, segala suasana akan berganti. Keadaan akan berubah. Jika hari ini sepi mungkin saja besok ramai. Semangat tidak boleh melemah, karena Tuhan sudah menentukan berapa yang pantas kita miliki.

Keenam, berdoa adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Karena yang akan menggerakkan hati orang-orang untuk berbelanja ke tempat kita hanyalah Dia yang Maha Kuasa.

 http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2011/05/05/trik-menyiasati-saat-bisnis-sepi-pelanggan-362263.html

Cara Menghadapi Persaingan Usaha yang Sama

Sebagai seorang entrepreneur tentunya kita tidak akan bisa menghidar dari persaingan. Untuk membuat produk dan usaha kita tetap berjalan dan terus memberikan keuntungan tentunya kita juga harus bisa menghadapi persaingan. Jangan sampai dikarenakan adanya persaingan kita justru malah mundur secara teratur dan berhenti dalam menjalankan usaha. Justru sebaliknya, adanya persaingan akan membuat kita termotivasi untuk membuat produk dan pelayanan yang lebih baik lagi.
Salah satu tantangan dalam berbisnis adalah bermunculannya pesaing dalam bisnis serupa. saat berbisnis ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan bisnis, antara lain:

1. Konsep yang matang.  Menjalankan bisnis tak hanya butuh ide dan passion semata. Namun, sebuah konsep bisnis yang matang juga sangat diperlukan. Konsep bisnis yang matang akan membantu Anda untuk bisa mengenali berbagai potensi dan pangsa pasar yang ingin dituju dalam bisnis. Selain itu konsep bisnis matang juga akan membuat bisnis bisa berjalan lebih maksimal.
Dalam menentukan konsep bisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain, selera masyarakat, karakteristik atau gaya hidup masyarakat, daya beli, sumber bahan baku, sampai adanya bisnis sejenis. 

2. Perencanaan matang.
Konsep bisnis yang matang, akan membantu untuk membuat perencanaan bisnis yang juga matang. "Dalam berbisnis tak bisa asal-asalan karena dalam berbisnis, Anda mempertaruhkan investasi yang cukup banyak. Jika perencanaan tak matang, semuanya akan sia-sia dan rugi besar," jelasnya. Dalam perencanaan yang matang, sebuah business plan harus dibuat.

Yang termasuk dalam business plan ini antara lain: menjabarkan konsep bisnis, visi misi, rencana promosi, rencana pemasaran, karyawan, rencana pengaturan keuangan, sampai dengan menentukan analisis risiko yang mungkin dialami dalam bisnis. Dengan adanya perencanaan yang matang, Anda bisa menentukan jalan keluar atau solusi atas setiap masalah yang mungkin akan dihadapi, termasuk menghadapi persaingan bisnis serupa.

 3. Evaluasi dan inovasi.
Persaingan dengan bisnis yang sejenis seringkali tak bisa dihindari. Namun sebenarnya persaingan ini bisa membuat Anda jadi lebih kreatif untuk berkreasi. Dengan persaingan akan membuat Anda jadi lebih inovatif untuk menciptakan sebuah nilai tambah dalam produk yang dijual. Inovasi yang dilakukan dalam berbagai sisi akan menarik pelanggan untuk melirik produk Anda dibanding pesaing.

Selain inovasi, diperlukan juga evaluasi terhadap kelangsungan bisnis. Anda tak bisa begitu saja tutup mata dalam menjalankan bisnis, sebuah evaluasi terhadap kekurangan dan nilai lebih dalam berbisnis juga diperlukan untuk semakin memajukan bisnis yang dilakukan.

4. Perluasan pasar.
Untuk menghadapi persaingan bisnis, salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memperluas pasar produk. Perluasan pasar produk ini bisa berarti memperluas fokus dan target market yang disasar. Misalnya, jika awalnya hanya menjual varian makanan pedas yang diperuntukan untuk orang dewasa, tak ada salahnya untuk membuat varian menu baru yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Perluasan pangsa pasar ini juga akan menambah pendapatan sekaligus memberi nilai tambah pada pelanggan terhadap produk yang dijual.

Selain memperluas pangsa pasar, perluasan pasar juga bisa dilakukan dengan membuka cabang-cabang usaha baru. Cabang usaha baru ini akan membantu untuk menguasai pasar usaha sejenis. 

5. Standarisasi.
Memiliki banyak cabang usaha memang bisa membantu mengatasi persaingan ketat dalam bisnis. Hanya saja yang harus diperhatikan adalah kesamaan varian produk yang dijual disemua cabang yang dimiliki. 


6. Sistem.
Sebuah sistem usaha yang kuat akan membantu usaha agar bisa bertahan lebih lama dan mendapat keuntungan yang diinginkan. Buat sistem usaha yang stabil dan kuat. Setelah pondasi usaha dirasa kuat, maka lakukan perluasan pasar dengan berbagai sistem usaha yang diinginkan, misalnya membuka cabang, sampai franchise


sumber :  http://female.kompas.com/read/2012/06/26/11281745/Trik.Menghadapi.Persaingan.Bisnis

Senin, 13 Januari 2014

Manfaat Daun Sirsak

Dirumah saya banyak sekali orang yang berdatangan untuk mencari daun sirsak. karena ada 1 pohon sirsak yang tertanam didepan rumah saya. Setiap orang yang lewat rumah saya pasti meminta izin untuk mengambil beberapa daun sirsak dan bukan buahnya yang diminta. Kebanyakan dari mereka untuk pengobatan, caranya dengan direbus lalu air dari daun sirsak tersebut diminum.
Beberapa manfaat rebusan daun sirsak tersebut adalah dapat menyembuhkan penyakit jantung , asma, liver, paru-paru, encok, prostat, pankreas, ginjal, reumatik dan ambeien. 
 
 
Siapkan bahan:
  • 10 helai daun sirsak yg telah kering, biasanya berwarna hijau tua
  • 3 gelas air 
Cara membuat dan memakainya:
  • Rebus 10 helai daun sirsak yg telah kering dengan 3 gelas air dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air saja.
  • Setelah dingin, saring dan minum setiap pagi (ada beberapa pasien yang minumpagi-sore). 
  • Efeknya, perut akan terasa hangat atau panas, lalu badan berkeringat deras.
Namun juga harus diperhatikan bahwa mengkonsumsi daun sirsak secara berlebihna juga tidak baik. Pada penderita kanker dan tumor, konsumsi yang berlebihan dapat mengakibatkan diare, keringat berlebih, tubuh panas, nyeri sendi, menggigil, susah buang air besar (karena sirsak mengandung tannin), punggung terasa panas, dan lambung terasa perih. Oleh sebab itu konsumsilah rebusan daun sirsak secara wajar dengan dosis yang tepat.

Maulid Nabi Muhammad SAW

Kata Maulid berasal dari bahasa Arab yaitu hari lahir. Maulid Nabi Muhammad SAW adalah hari kelahiran dari Nabi Muhammad SAW. Beliau dilahirkan di Makkah berjarak 200 m dari Masjidil Haram pada hari senin menjelang terbitnya fajar pada tanggal 12 Rabi’ul Awal di tahun Gajah dan bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M. Dinamakan tahun Gajah karena pada masa itu Abrahah dan bala tentaranya yang datang dari Yaman untuk menyerang dan meruntuhkan ka'bah dengan mengendarai gajah. Untunglah Allah pada saat itu menggagalkan upaya mereka dengan mengirim burung ababil yang membawa batu dari neraka, sehingga abrahah dan pasukannya mati dengan keadaan yang sangat buruk. Dan hal itu sudah dijelaskan Allah dalam surat Al-Fii yang Artinya:

"1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
  2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?
  3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
  4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
  5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."

Sifat-Sifat Nabi yang patut di teladani oleh semua umat manusia ada 4 :
  • Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya.
  • Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 
  • Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi.
  • Fathonah artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.


Minggu, 15 Desember 2013

Tugas Pengantar Bisnis

Menghitung Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas 




1.      Rasio Likuiditas
Adalah menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban  keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995 hal 31).
Likuiditas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya yang harus  segera dipenuhi (Miswanto dan Eko Widodo, 1998, hal 83).
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang segera harus dipenuhi (Sutrisno, 2000 hal 18).
Rasio likuiditas terdiri dari:
aCurrent Ratio
Current Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dan hutang lancar (Miswanto dan Eko Widodo, 1998, hal 83).
Rumus:
Current Ratio = (Aktiva Lancar / Hutang Lancar) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Current Ratio tahun 2010      = (Rp.  158.031.41/ Rp. 70.179.30) x 100%
                                                = 2,251 %
Current Ratio tahun 2009      = (Rp. 125.529.59 / Rp. 45.586.38) x 100%
                                                = 2,753 %

Current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya yang harus  segera  dipenuhi dengan mengunakan aktiva lancar yang dimilikinya.

b.  Cash Ratio  (Ratio Immediate Solvency)
Aktiva  perusahaan  yang paling  likuid  adalah  kas  dan  surat   berharga. Cash  ratio  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk membayar  utang  jangka  pendek  dengan  kas  dan surat  berharga  yang dapat   segera  diuangkan. Tidak terdapat  standar  likuiditas  untuk  cash  ratio sehingga  penilaiannya  tergantung  pada  kebijakan   manajemen.
Rumus:
Cash Ratio = (Aktiva Lancar / Pinjaman Jangka Pendek) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Cash Ratio tahun 2010           = (Rp. 158.031.41 / Rp. -) x 100%
                                                =  -
Cash Ratio tahun 2009           = (Rp. 125.529.59 / Rp. -) x 100%
                                                = -

c.   Quick Ratio (Acid Test Ratio)
Quick ratio  merupakan rasio  antara   aktiva  lancar  sesudah dikurangi  persediaan  dengan  hutang lancar. Rasio ini  menunjukkan  besarnya  alat  likuid   yang paling cepat   bisa  digunakan  untuk melunasi     hutang lancar.  Persediaan  dianggap aktiva   lancar  yang paling   tidak lancar, sebab  untuk menjadi    uang tunai  (kas)  memerlukan  dua  langkah  yakni   menjadi piutang  terlebih dulu  sebelum menjadi kas.
Rumus:
Quick Ratio = ((Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang Lancar) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Quick Ratio tahun 2010          = ((Rp. 158.031.41 – Rp.-) / Rp. 70.179.30)) x 100%
                                               =  2,251%
Quick Ratio tahun 2009          = ((Rp. 125.529.59 – Rp.-) / Rp. 45.586.38)) x 100%
                                               =  2,753%

2.      Rasio Solvabilitas
Solvabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk  memenuhi  segala kewajiban   finansialnya  apabila  sekiranya   perusahaan  tersebut  pada saat itu  dilikuidasikan (Bambang Riyanto, 1995, hal 32).
Suatu  perusahaan yang  solvabel  belum  tentu  likuid  dan  sebaliknya  sebuah  perusahaan  yang  insolvabel  belum  tentu  ilikuid. Dalam  hubungan antara  likuiditas  dan solvabilitas  ada empat   kemungkinan  yang dapat   dialami  oleh perusahaan yaitu :
  1. Perusahaan yang likuid tetapi insolvabel
  2. Perusahaan yang likuid dan solvabel
  3. Perusahaan yang solvabel tetapi ilikuid
  4. Perusahaan yang insolvabel dan ilikuid
Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Solvabilitas adalah:

a. Total debt to equity ratio (Rasio Hutang terhadap Equitas)

Merupakan Perbandingan antara hutang–hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya.

Rumus:
Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Pada tahun 2010         = (Rp. 73.663.70 / Rp. 140.942.75) x 100%
                                    = 0,522 %
Pada tahun 2009         = (Rp. 50.157.18 / Rp. 115.425.70) x 100%
                                    = 0,434%

b. Total debt to asset ratio (Rasio Hutang terhadap Harta)
Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.

Rumus:
Total Debt  to Asset  Ratio = (Total Hutang / Total aktiva) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Pada tahun 2010         = (Rp. 73.663.70 / Rp. 214.606.45 ) x 100%
                                    = 0,343 %
Pada tahun 2009         = (Rp. 50.157.18 / Rp. 166.582.88 ) x 100%
                                    = 0,301 %
Makin kecil prosentase ratio ini berarti makin cepat perusahaan menjadi insolvabel. Tingkat   solvabilitas dapat dipertinggi cara sebagai berikut:
1.   Menambah aktiva tanpa menambah hutang atau menambah aktiva relatif lebih besar  daripada bertambahannya  hutang.
2.   Mengurangi hutang tanpa mengurangi aktiva atau mengurangi hutang relatif besar  daripada berkurangnya aktiva.

3.      Rasio  Rentabilitas
Rentabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan   perbandingan antara  laba  dengan aktiva   atau modal  yang menghasilkan  laba tersebut. Dengan kata  lain rentabilitas  adalah  kemampuan  suatu perusahaan  untuk menghasilkan laba  selama  periode  tertentu (Bambang Riyanto, 1997, hal 35).
Adapun cara penilaian Rentabilitas adalah:
a.      Gross Provit Marginal (Margin Laba Kotor)
Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
Rumus :
GPM = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Pada tahun 2010         = (Rp. 119.688.54 / Rp.- ) x 100%
                                    = 1196%
Pada tahun 2009         = (Rp. 105.512.96 / Rp.-) x 100%
                                    = 1055%

b.       Net Profit Marginal (Margin Laba Bersih)
Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
Rumus:
NPM = (Laba setelah Pajak / Total Aktiva) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Pada Tahun 2010        = (Rp. 29.331.55 / Rp. 214.606.45) x 100%
                                    = 0,136 %
Pada Tahun 2009        = (Rp. 27.246.46 / Rp. 166.582.88) x 100%
                                    = 0,163 %

c.       Earning Power of Total Invesment
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.
Rumus:
EPTI = (Laba sebelum Pajak / Total Aktiva) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Pada Tahun 2010        = (Rp. 45.354.29 / Rp. 214.606.45 ) x 100%
                                    = 0,211 %
Pada Tahun 2009        = (Rp. 39.468.73 / Rp. 166.582.88) x 100%
                                    = 0,236 %

d.       Return of Equity (Pengambilan atas Equitas)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.
Rumus:
ROE = (Laba setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan:
Pada Tahun 2010        = (Rp. 29.331.55 / Rp. 140.942.75) x 100%
                                    = 0,208 %
Pada Tahun 2009        = (Rp. 27.246.46 / Rp. 115.425.70) x 100%
                                    = 0,236 %